SEJARAH MASUKNYA BANGSA JEPANG DI PULAU ROTE TAHUN 1942
Masalah penelitian (1) Bagaimana proses masuknya Bangsa Jepang di Pulau Rote Nusa
Tenggara Timur Tahun 1942, (2) apa saja peninggalan Bangsa Jepang di Pulau Rote
Nusa Tenggara Timur Tahun 1942. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)
bagaimana proses Bangsa Jepang di Pulau Rote Nusa Tenggara Timur Tahun, (2)
apa saja peninggalan Bangsa Jepang di Pulau Rote Nusa Tenggara Timur. Lokasi
penelitian terletak di Pulau Rote. Penentuan informan dengan teknik purposive
sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi
dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah sejarah yang dilakukan
dengan langkah penentuan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan
historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya Bangsa Jepang ke
Pulau Rote dilakukan secara terorganisasi dengan kekuatan militer yang besar, dan
Desa Papela dipilih sebagai salah satu pangkalan utama karena letaknya yang
strategis dan dekat dengan Kota Kupang. Salah satu peninggalan sejarah penting
adalah peristiwa pertempuran di Teluk Papela yang melibatkan pasukan Jepang dan
pesawat tempur Australia pada 22 Maret 1944. Kondisi sosial masyarakat sebelum
dan selama penjajahan Jepang berada dalam keadaan sulit, ditandai dengan
kemiskinan, rasa ketakutan, serta terhambatnya pendidikan. Tidak terdapat dampak
positif yang secara langsung dirasakan masyarakat selama masa penjajahan Jepang.
Namun, berakhirnya penjajahan menjadi awal perubahan sosial menuju kehidupan
masyarakat yang lebih mandiri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi dalam memperkaya kajian sejarah lokal serta meningkatkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya pelestarian sejarah di Pulau Rote.
Research Questions: (1) How did the Japanese arrive on Rote Island, East Nusa Tenggara, in 1942? (2) What are the Japanese relics on Rote Island, East Nusa Tenggara, from 1942? This study aims to determine (1) how the Japanese occupied Rote Island, East Nusa Tenggara, in 1942, and (2) what legacies the Japanese left on Rote Island, East Nusa Tenggara. The research location is on Rote Island. Informants were selected using purposive sampling. The data sources used were primary and secondary data. The data collection techniques in this study were interviews, observation, and document analysis. The data analysis technique used in this study was historical analysis, conducted through the steps of topic determination, heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study indicate that the Japanese invasion of Rote Island was carried out in an organized manner with significant military force, and the village of Papela was chosen as one of the main bases due to its strategic location and proximity to the city of Kupang. One of the important historical legacies is the Battle of Papela Bay, which involved Japanese troops and Australian fighter planes on March 22, 1944. The social conditions of the community before and during the Japanese occupation were dire, marked by poverty, fear, and the disruption of education. There were no positive impacts directly felt by the community during the Japanese occupation. However, by the end
Kata Kunci: Jepang; Peninggalan; Rote; Sejarah
| Nama Penulis | : NELDIANA ELISABET BULAN |
| Nama Pembimbing | : Belum Diinput |
| Nama Penguji | : Belum Diinput |
| Tanggal Sidang | : 22 September 2026 |
| Tanggal Unggah | : 22 September 2026 |
| Jenis Penelitian | : PENULISAN ILMIAH JENJANG S1 |
| Collation | : xiv + 54 hlm |
| Nomor Panggil | : 1901090001 |
| Jenis Bahasa | : Bahasa Indonesia |
| File Gambar Sampul | : Belum Diinput |
| File Abstrak, Bab 1 dan Bab 2 | : Belum Diinput |
| File Bab 3 s/d Bab Terakhir | : Belum Diinput |