Dashboard UPT Perpustakaan

TOTAL BUKU

BUKU 0

BUKU TERSEDIA

BUKU 0

BUKU DIPINJAM

BUKU 0

BUKU DIBOOKING

BUKU 0
DAFTAR NAMA BUKU PERPUSTAKAAN
PENCARIAN BUKU
Reset
NO SAMPUL BUKU JUDUL BUKU STATUS
29266 image

NOMOR PANGGIL:

TT-12189

TEKNOLOGI DESA

Pengarang:   BERATHA,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-450-031-1
Nomor Panggil:   TT-12189
Kode Klasifikasi:   620.41734 BER T
Format:   112 hal; 19 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 52 600 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Teknologi Desa membahas penerapan teknologi tepat guna (TTG) sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Buku ini disusun sebagai panduan bagi pemerintah, penyuluh, mahasiswa, serta masyarakat dalam memanfaatkan teknologi yang sederhana, murah, mudah dioperasikan, dan sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, serta sumber daya lokal desa. Konsep utama yang diangkat adalah bahwa pembangunan desa akan lebih berhasil apabila teknologi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

KHUSUS DIBACA
29267 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7079

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7079
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

TERSEDIA
29268 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7080

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7080
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
29269 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7081

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7081
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
29270 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7082

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7082
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
29271 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7083

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7083
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
29272 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7084

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7084
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
29273 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7085

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7085
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
29274 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7086

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7086
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
29275 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7087

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DAN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7087
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
29276 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6840

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6840
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hal; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 4
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

KHUSUS DIBACA
29277 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6841

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6841
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hal; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 4
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

TERSEDIA
29278 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6842

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6842
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hal; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 4
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

TERSEDIA
29279 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6843

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6843
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hal; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 4
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

TERSEDIA
29280 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6844

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6844
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hal; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 4
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

TERSEDIA
    Jumlah Record: 30865